Menu ✖

Mode Gelap
Kabut Asap Menyelimuti Kolaka Utara, Warga Diminta Waspada Tragis! Bocah Difabel 11 Tahun di Kolut Disiram Bensin hingga Terbakar 40 Persen, Dua Pelaku Ditangkap UHO Bagikan Buku Tabungan KIP Kuliah bagi Mahasiswa SNBP dan SNBT 2026 Produksi Gabah dari 4 Ton Jadi 10 Ton per Hektare, Pundoho Didorong Jadi Percontohan PMAAS Kisah Pilu Pasutri Lansia Hidup di Gubuk Beratap Terpal di Lahan Orang, Wabup Kolut Turun Langsung Beri Bantuan Dari Mangkutana ke Kolut, Beras Dikemas Ulang Pedagang Malah Susut Saat Ditimbang

NASIONAL

Kabut Asap Menyelimuti Kolaka Utara, Warga Diminta Waspada

badge-check


 Kabut Asap Menyelimuti Kolaka Utara, Warga Diminta Waspada Perbesar

WARTASUAR.COM — Langit Kolaka Utara dalam tiga hari terakhir berubah menjadi berkabut. Asap terlihat menyelimuti sejumlah wilayah, sementara kawasan pegunungan yang biasanya jelas dari kejauhan tampak samar bahkan tertutup kepulan asap.

 

Kondisi ini terjadi ketika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi sebaran asap kategori sedang di Kolaka Utara dalam tiga hari ke depan.

 

Bukan hanya soal pemandangan yang berubah. Sebaran asap berpotensi menurunkan kualitas udara dan jarak pandang, sehingga aktivitas masyarakat, pengguna jalan hingga transportasi laut perlu mendapat perhatian.

 

Dalam siaran persnya, BMKG menyebut asap tipis telah terpantau menyelimuti wilayah Sulawesi Tenggara selama sepekan terakhir. Pada 3 Oktober 2026, asap cukup tebal bahkan terpantau di Kendari dan sekitarnya pada pagi hari, dengan jarak pandang kurang dari lima kilometer.

 

BMKG juga mencatat 105 titik panas atau hotspot di Sulawesi Tenggara pada 3 Oktober. Jumlah terbanyak tercatat di wilayah Bombana.

 

Namun, keberadaan hotspot di Sultra bukan berarti seluruh asap yang terlihat saat ini berasal dari Kolaka Utara atau daerah lain di Sulawesi Tenggara.

 

Berdasarkan arah angin dan pantauan citra satelit Himawari-9, BMKG menyebut sebaran asap yang masuk ke Sultra berasal dari luar wilayah, terutama Papua Selatan dan Maluku. Asap tersebut terbawa pergerakan angin dari arah timur hingga timur laut.

 

Kolaka Utara termasuk daerah yang masuk dalam daftar wilayah berpotensi mengalami sebaran asap kategori sedang.

 

Di tengah kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Utara meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

 

Plt Kepala BPBD Kolaka Utara, Andi Agus Zakaria, SE., M.A.P., melalui imbauan resminya meminta warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

 

“Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara mulai berkabut/asap,” demikian imbauan BPBD Kolaka Utara.

 

Warga juga diminta memperbanyak minum air putih untuk menjaga kondisi tubuh. Jika asap semakin pekat, jendela rumah dianjurkan ditutup agar asap tidak banyak masuk ke dalam ruangan.

 

Kelompok rentan menjadi perhatian khusus. Anak-anak, lansia, ibu hamil dan penderita gangguan pernapasan disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi asap masih mengganggu.

 

Pengguna kendaraan juga diminta tidak lengah. Jika kabut semakin tebal dan jarak pandang turun, kewaspadaan saat berkendara harus ditingkatkan. BPBD juga mengingatkan pengguna transportasi laut terhadap kemungkinan penurunan jarak pandang.

 

“Waspada jarak pandang,” tulis BPBD dalam imbauannya kepada masyarakat.

 

BPBD meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan kondisi yang terlihat secara kasat mata, tetapi terus memperbarui informasi resmi BMKG dan instansi terkait, terutama terkait perkembangan sebaran asap dan potensi kebakaran hutan dan lahan.

 

Kabut yang menutup langit Kolaka Utara selama beberapa hari terakhir menjadi pengingat bahwa kondisi udara perlu diperhatikan, terutama jika asap semakin pekat, jarak pandang semakin pendek dan kelompok rentan mulai merasakan gangguan akibat kualitas udara.(Lea)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

UHO Bagikan Buku Tabungan KIP Kuliah bagi Mahasiswa SNBP dan SNBT 2026

5 Oktober 2026 - 08:34 WITA

Kisah Pilu Pasutri Lansia Hidup di Gubuk Beratap Terpal di Lahan Orang, Wabup Kolut Turun Langsung Beri Bantuan

2 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Dari Mangkutana ke Kolut, Beras Dikemas Ulang Pedagang Malah Susut Saat Ditimbang

2 Oktober 2026 - 19:25 WITA

Beras Berlabel 10 Kg Ditimbang Cuma 8 Kg, Dinas Perdagangan Kolut Turun Tangan

2 Oktober 2026 - 13:42 WITA

Jumat Curhat Perdana, Kapolresta Kendari Hadir Dengarkan Keluhan Masyarakat

25 September 2026 - 17:44 WITA

Trending di Colomnis