Menu

Mode Gelap
Dr. Herianti Resmi Terpilih sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo Periode 2026–2030 UHO Jalani Visitasi Akreditasi Internasional ASIIN untuk Prodi Kimia dan Fisika Cegah DBD dari Rumah, PT Vale Ajak Warga Pesouha Terapkan PHBS Viral Saat PKKMB, Kini Rina Resmi Raih Gelar Sarjana di UHO Mahasiswa Tradisi Lisan UHO Telusuri Nilai Budaya Pesisir di Desa Tapulaga, Melalui Praktik Kuliah Lapangan Demi Aktivitas Warga Kembali Normal, Ratusan Massa Buka Akses Jetty PT PMS

Metro Kolaka

Pemkab Kolaka Gelar Rakor Aksi 6 Konvergensi Stunting

badge-check


 Pemkab Kolaka Gelar Rakor Aksi 6 Konvergensi Stunting Perbesar

WARTASUAR.COM, Kolaka – Rapat Koordinator (Rakor) Aksi 6 Konvergensi Stunting terkait manajemen data digelar. Kegiatan yang dibuka Plt. Kepala Bappeda Kolaka, dihadiri Kepala Bidang IKP Hj. Andi Bendahari, digelar disalah satu hotel Kolaka

Plt Kepala Bappeda Kolaka, Sri Raodah Buna mengatakan, menindaklanjuti surat keputusan Kemendagri No. 440.5.7/ 4190 perihal pelaksanaan 8 aksi konvergensi penurunan stunting di daerah sebagai wujud inplementasi Perpres No. 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, sehingga Kabupaten Kolaka memandang penting melaksanakan aksi 6 yang menyajikan sistem manajemen stunting .

“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada usia anak dibawah lima tahun (Balita) Akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memadai terutama dalam 1000 hari Pertama kehidupan (HPK), dari janin hingga anak berusia dua tahun . Anak tergolong stunting apabila Panjang atau tinggi badannya berada dibawah minus dua standar deviasi panjang atau tinngi anak seumurnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2023 secara nasional capaian prevalensi stunting sebesar 21 persen, Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 30 persen, sedangkan Kabupaten Kolaka sebesar 23,8 persen .

“Dibandingkan dengan SSGBI Kab. Kolaka tahun 2019 (36,01 persen) menunjukkan capaian penurunan prevalensi stunting sebesar 12,21 persen . Sedangkan berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-ppgbm) prevalensi stunting Kab.Kolaka tahun 2023 sebesar 9,4 persen jika dibandingkan dengan e-ppgbm tahun 2019 (17,1 persen) menunjukkan capaian penurunan prevalensi stunting sebesar 7,7 persen . Data-data ini menunjukkan masih perlunya kerja keras lintas sector dalam upaya pencapaian target penurunan stunting nasional tahun 2024 sebesar 14 persen,” jelasnya.

Diketahui, aksi 6 merupakan tindak lanjut dari aksi-aksi sebelumnya yang akan menuju sampai aksi 8, yang mana selapan aksi tersebut adalah Aksi 1 (Analisis Situasi Program Penurunan Stunting), Aksi 2 (Penyusunan Rencana Kegiatan), Aksi 3 (Rembuk Stunting), Aksi 4 (Peraturan Bupati tentang Percepatan Penurunan Stunting), Aksi 5 (Pembinaan Kader Pembangunan Manusia), Aksi 6 (Sistem Manajemen Data Stunting), Aksi 7 (Pengukuran dan Publikasi Stunting) serta Aksi 8 (Review Kinerja Tahunan). (Hrn)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Skuad Mari Bersedekah Bagi-bagi Takjil ke Kaum Dhuafa dan Abang Becak

16 Maret 2026 - 09:03 WITA

BPJS Ketenagakerjaan Kolaka Tebar Berkah Ramadan Lewat Aksi Berbagi Takjil

9 Maret 2026 - 09:11 WITA

Dilantik Jadi Camat Pomalaa, Berry Siap Tuntaskan Tugas Khusus dari Bupati, Tertibkan PKL Liar di Pateda!

4 Maret 2026 - 19:07 WITA

Sekda Kolaka Tekankan Pembangunan Tepat Sasaran

12 Februari 2026 - 10:16 WITA

Pemkab Kolaka Matangkan Persiapan Sambut Ramadhan 1447 H dan MTQ ke-48

10 Februari 2026 - 13:26 WITA

Trending di Metro Kolaka