Menu ✖

Mode Gelap
Peduli Kesehatan Masyarakat Terdampak Asap, PBFI Kolaka Bagikan Masker  Safari Subuh di Baruga, Kapolresta Kendari Ajak Warga Perkuat Kamtibmas FBS Youth Cup 2026 Jadi Panggung Baru Talenta Muda Sepakbola Kolaka Utara Unggul dengan 42 Suara, Takdir Saili Terpilih sebagai Rektor UHO 2026–2030 Pemda dan DPRD Kolut Bahas Rencana Tukar Guling RS Patoa dengan PT CSM Dua Anggota Satresnarkoba Baubau Masuk Patsus, Dugaan Intimidasi Wartawan Diusut

Metro Kendari

RS Bahteramas Klaim Keluarga Pasien Tolak DW Dioperasi

badge-check


 Pihak RS. Bahteramas ketika memberikan keterangan kepada awak media Perbesar

Pihak RS. Bahteramas ketika memberikan keterangan kepada awak media

WARTASUAR.COM, Kendari – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas, Dr. H. Hasmudin memberikan klarifikasi terkait penanganan medis terhadap pasien berinisial DW (54), yang meninggal dunia pada hari Senin, 5 Mei 2025.

Dr. Hasmudin mengatakan, pihak rumah sakit telah memberikan pelayanan medis sesuai dengan prosedur standar operasional sejak pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Sabtu, 3 Mei 2025, pukul 03.30 WITA. “Pasien datang sendiri tanpa pendamping dalam kondisi berlumuran darah, namun masih bisa berjalan. Kami langsung melakukan penanganan awal termasuk pemasangan infus, kateter urin, perawatan luka, dan pemberian obat-obatan,” jelasnya pada hari Rabu (7/5).

Dari pemeriksaan awal ditemukan luka di kepala serta beberapa luka tusuk di dada dan perut. Meski demikian, saat itu tidak terdeteksi adanya perdarahan aktif. Pemeriksaan laboratorium pun segera dilakukan sambil menunggu pelaporan ke dokter spesialis bedah.

Pukul 06.00 WITA, dokter bedah umum menerima laporan dan menginstruksikan tindakan lanjutan berupa pemasangan NGT, USG abdomen, serta rontgen kepala dan dada. Hasil pemeriksaan tersebut dikaji kembali dan diputuskan bahwa pasien perlu menjalani operasi pada pukul 16.00 WITA. “Kami telah memberikan edukasi kepada keluarga pasien terkait operasi dan biaya. Kami tegaskan bahwa tidak ada pembayaran dimuka dan tindakan tetap dilaksanakan terlebih dahulu,” tambah Hasmudin.

Namun, pada pukul 15.45 WITA, keluarga pasien tiba-tiba menolak operasi. Penolakan tersebut dibuktikan melalui penandatanganan surat resmi, dan pasien dipindahkan ke ruang perawatan Laika Waraka.

Selama dua hari menjalani perawatan, kondisi pasien sempat gelisah dan mengeluh sakit akibat NGT dan kateter yang kemudian dilepas atas instruksi dokter. Namun pada Senin, 5 Mei pukul 09.40 WITA, saat hendak difoto thorax ulang, pasien mengalami penurunan kesadaran dan akhirnya meninggal dunia pada pukul 10.15 WITA. “Kami sangat berduka atas meninggalnya almarhum, namun kami pastikan semua prosedur telah dilaksanakan sesuai dengan standar medis yang berlaku. Penolakan tindakan medis dari pihak keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam kasus ini,” tegasnya.

Pihak RS Bahteramas menyatakan siap memberikan klarifikasi lebih lanjut jika dibutuhkan oleh pihak keluarga ataupun instansi terkait. (end)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Safari Subuh di Baruga, Kapolresta Kendari Ajak Warga Perkuat Kamtibmas

15 Oktober 2026 - 08:37 WITA

Unggul dengan 42 Suara, Takdir Saili Terpilih sebagai Rektor UHO 2026–2030

13 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Polresta Kendari Ungkap Tujuh Perkara Pidana, Buser 77 dan Polsek Mandonga Bergerak

8 Oktober 2026 - 18:29 WITA

UHO Bagikan Buku Tabungan KIP Kuliah bagi Mahasiswa SNBP dan SNBT 2026

5 Oktober 2026 - 08:34 WITA

Kedapatan Busur dan Katapel, Pelajar Diamankan Polresta Kendari

29 September 2026 - 17:56 WITA

Trending di Headline