Menu

Mode Gelap
Ketua DPRD Kolaka Bantah Terlibat Proyek APBN, Layangkan Somasi ke Media IPIP Bantu Penanganan Kebakaran Lahan di Desa Sopura, 11 Personel dan Dua Unit Damkar Dikerahkan Muhammad Zainal Resmi Nahkodai IKA Teknik Pertambangan USN Kolaka Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Tak Cuma Jago Mengajar, Lulusan Pendidikan Akuntansi FKIP UHO Dipersiapkan Siap Kerja di Bank & Industri Semester I 2026, Satresnarkoba Polres Kolaka Gagalkan Peredaran 3,6 Kg Narkotika

Metro Kendari

Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak, Wali Kota Kendari Luncurkan Program SI TINA MENDIA

badge-check


 Wali Kota Siska Karina Imran saat meluncurkan program SI TINA MENDIA. Foto Kadamu Perbesar

Wali Kota Siska Karina Imran saat meluncurkan program SI TINA MENDIA. Foto Kadamu

WARTASUAR.COM, Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari resmi meluncurkan program inovatif bertajuk Aksi Sehatkan Ibu Hamil dan Anak melalui ANC di Faskes (SI TINA MENDIA), sebagai upaya menekan angka kematian ibu dan anak serta mencegah stunting di wilayah tersebut. Peluncuran program dilaksanakan di Kantor Camat Poasia, Selasa (6/5).

Program ini menekankan pentingnya layanan pemeriksaan kehamilan melalui Antenatal Care (ANC) di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) Kota Kendari, guna menjamin kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin yang optimal. Selain itu, program juga difokuskan pada peningkatan gizi dan pemberian imunisasi lengkap kepada anak-anak.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen serius pemerintah daerah untuk menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir, sekaligus menurunkan prevalensi stunting. “Angka kematian ibu di Kota Kendari tahun 2024 tercatat sebanyak delapan kasus. Ini memang masih di bawah standar nasional, tetapi kami tidak ingin berhenti sampai di situ. Target kami adalah nol kematian ibu dan anak,” bebernya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak merupakan investasi penting bagi masa depan daerah. Oleh karena itu, pemerintah mengedepankan pendekatan promotif dan preventif yang mencakup pemeriksaan kehamilan berkala, pemberian suplemen penambah darah, serta edukasi gizi dan kesehatan ibu. “Melalui SI TINA MENDIA, kami ingin pastikan semua ibu hamil mendapatkan akses layanan kesehatan yang baik dan semua anak mendapat hak atas imunisasi lengkap serta asupan gizi seimbang sejak dini,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Siska Karina Imran juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk camat, lurah, kader posyandu, dan tenaga kesehatan di puskesmas, dalam mengawal keberhasilan program ini di lapangan. “Kesehatan ibu dan anak adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis SI TINA MENDIA bisa menjadi gerakan massal yang berkelanjutan,” tandasnya. (dam)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

UHO Bentuk Panitia Pilrek 2026–2030, Prof Ali Bain Ditunjuk sebagai Ketua

12 Mei 2026 - 20:29 WITA

Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Dosen, UHO Gelar Pelatihan Applied Approach

29 April 2026 - 19:04 WITA

Pelatihan Akreditasi Internasional UHO Fokuskan Penyusunan Dokumen Klaster

21 April 2026 - 20:01 WITA

UHO Berlakukan Kuliah Daring Selama Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026

21 April 2026 - 19:58 WITA

UTBK SNBT 2026 di UHO Kendari Diikuti 10.075 Peserta, Kampus Tegaskan Seleksi Transparan

21 April 2026 - 15:34 WITA

Trending di Metro Kendari