Wartasuar.com — Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol Dedi Prasetyo, meresmikan Jembatan Dhira Brata di Kelurahan Sabilambo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (21/4/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari kunjungan kerja yang juga dihadiri Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, jajaran Mabes Polri, dan pemerintah daerah.
Momen haru terjadi saat sejumlah warga Sabilambo sujud syukur di lokasi peresmian. Kehadiran jembatan permanen yang dibangun Polri ini mengakhiri keterisolasian mereka selama bertahun-tahun.
“Jembatan ini bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga jembatan harapan yang membuka akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo.
Jembatan Dhira Brata dibangun untuk mengatasi keterisolasian warga yang selama ini terhambat sungai selebar 30 meter dengan kedalaman sekitar 10 meter. Saat musim hujan, warga bahkan harus menggunakan jembatan bambu yang rawan kecelakaan. Kini, jembatan permanen tersebut diharapkan meningkatkan keselamatan, mobilitas, dan perekonomian masyarakat.
Dedi menyebut pembangunan jembatan merupakan bagian dari program Polri Peduli dan akan dilanjutkan dengan pembangunan 15 jembatan di wilayah terisolasi lainnya di Sultra. Pembangunan serupa juga dilakukan melalui Jembatan Dhira Brata II di Desa Purabuwa, Kecamatan Uluiwoi, Kabupaten Kolaka Timur.
Selain peresmian jembatan, kegiatan dirangkaikan dengan peletakan batu pertama tugu Brimob, hibah lahan untuk fasilitas Brimob, serta penyerahan rumah subsidi bagi Pegawai Negeri pada Polri (PNPP). Penguatan institusi kepolisian dilakukan melalui hibah lahan untuk pembangunan fasilitas Polda Sultra dan pembangunan 378 unit rumah subsidi bagi anggota Polri.
Polri juga akan terlibat dalam program ketahanan pangan nasional, termasuk swasembada jagung. Pemerintah menegaskan pembangunan ini sejalan dengan RPJPN 2025–2045, dengan fokus pada infrastruktur, air, dan pangan guna mendorong pemerataan dan kesejahteraan masyarakat.
Dedi menambahkan, pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil menjadi langkah strategis untuk membuka konektivitas antarwilayah, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Ia berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus terjaga, sehingga berbagai program pembangunan ke depan benar-benar menjawab kebutuhan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat luas. (kal)



















