WARTASUAR.COM, KENDARI – Inovasi kembali hadir dari mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO). Melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM), tim mahasiswa UHO mempersembahkan media pembelajaran interaktif bernama Ingoni Playbox kepada Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Kendari.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh tim yang beranggotakan Nur Ilmi Khair, Naila Cahya Anugerah, Diyyanah Nur Fathyyah Syahrun, Wadiutami Muna, dan Nurfadillah. Karya ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap rendahnya pemahaman anak tunagrahita tentang perlindungan diri serta tingginya risiko mereka menjadi korban kekerasan atau pelecehan seksual.
Kepala SLBN 2 Kendari, Sri Mulyati mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UHO.
Kami sangat antusias dan bangga menjadi sekolah mitra. Anak-anak disabilitas juga perlu mendapat edukasi adaptif mengenai pencegahan kekerasan seksual, dan metode seperti ini sangat membantu mereka memahami materi dengan cara yang menyenangkan, ujarnya.
Ia mengungkapan, Ingoni Playbox berisi berbagai alat pembelajaran seperti buku berbahan kain, puzzle, boneka tangan, kartu ekspresi, dan lonceng.
“Seluruh elemen dirancang agar proses belajar berlangsung interaktif dan menyenangkan. Dalam praktiknya, mahasiswa berperan sebagai narator yang bercerita menggunakan boneka tangan, sementara anak-anak diajak berpartisipasi aktif melalui permainan edukatif,” paparnya.
Ia menambahkan, tema pembelajaran difokuskan pada pengenalan bagian tubuh yang harus dijaga, cara menolak sentuhan tidak aman, serta keberanian untuk melapor. Pendekatan berbasis bermain ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman anak.
Ketua tim, Nur Ilmi Khair, mengungkapkan bahwa setelah beberapa kali sesi pembelajaran, pemahaman anak tunagrahita meningkat signifikan.
Sebelumnya nilai pemahaman anak hanya 1,52 dalam skala 4. Setelah menggunakan Ingoni Playbox, meningkat hingga 3,78. Mereka juga menjadi lebih berani berbicara dan melapor, jelasnya.
Ia menambahkan, inovasi ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa UHO dalam mengimplementasikan ilmu di masyarakat, terutama bagi kelompok rentan. “Melalui Ingoni Playbox, diharapkan muncul lebih banyak media pembelajaran adaptif yang ramah disabilitas dan berorientasi pada perlindungan anak,” tandasnya. (End)



















