Menu

Mode Gelap
Cegah DBD dari Rumah, PT Vale Ajak Warga Pesouha Terapkan PHBS Viral Saat PKKMB, Kini Rina Resmi Raih Gelar Sarjana di UHO Mahasiswa Tradisi Lisan UHO Telusuri Nilai Budaya Pesisir di Desa Tapulaga, Melalui Praktik Kuliah Lapangan Demi Aktivitas Warga Kembali Normal, Ratusan Massa Buka Akses Jetty PT PMS Tekan Risiko DBD, PT Vale Gelar Sosialisasi Kesehatan di Desa Puubenua TK Al Kautsar Gelar Pentas Seni, Asrun Lio Dorong Kreativitas Anak

Metro Kendari

DPRD Kendari Rekomendasikan SPA di Hotel Utami Ditutup Sementara

badge-check


 Proses RDP dugaan TPPO di DPRD Sultra. Perbesar

Proses RDP dugaan TPPO di DPRD Sultra.

WARTASUAR.COM, Kendari – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota kendari menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) yang diduga terjadi penginapan Utami 8 di Jalan Malik 7, Kota Kendari Sulawesi tenggara (Sultra).

Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa Radikal Sulawesi Tenggara (Amara-Sultra) melakukan aksi unjuk rasa. Mereka meminta penutupan dan pemeriksaan terkait dugaan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di penginapan tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari Jabal Al Jufri mengatakan, bahwa merespon Aspirasi dari Amara-Sultra pihaknya menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan menghadirkan semua pihak. “Jadi hasil RDP tadi sudah kita simpulkan bahwa usaha SPA itu mempunyai Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dari walikota itu dari tahun 2018, tetapi itu otomatis gugur setelah keluarnya Online Single Submission (OSS),” katanya.

Ia menjelaskan bahwa setelah keluar dari OSS di tahun 2021 dengan otomatis menggugurkan surat izin yang sebelumnya itu menggugurkan SITU. “Makanya kita simpulkan bahwa usaha SPA itu beroperasi tanpa adanya izin sampai di tahun 2024 ini, karena yang keluar izinnya saya lihat tadi itu di tanggal 12 September 2024,” jelasnya.

Jabal Al Jufri juga mengatakan, bahwa Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dikeluarkan belum terverifikasi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, sehingga dirinya merekomendasikan penutupan sementara. “Kalau sekarang kan sudah keluar NIB, hanya perlu kita tinjau lebih lanjut lagi karena saya lihat tadi statusnya disitu NIB-nya keluar tapi belum terverifikasi oleh OPD teknis,” jelasnya.

Sementara itu, hasil dari keputusan RDP yang di gelar dirinya menyarankan, Untuk melakukan peninjauan secara langsung di lapangan. “Kita juga harus melihat praduga dari teman-teman Amara-Sultra ini betul atau tidak, yang pertama terkait praktik TPPO, kan ini masih praduga dan yang bisa membuktikan adanya praktek TPPO ini adalah dari pihak kepolisian,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa dewan hanya sebagai legislatif untuk membahas perizinan yang disampaikan pihak hotel Utami 8. “Jadi tindak lanjutnya kita akan turun ke lapangan untuk mengunjungi langsung hotel Utami 8 atau spa yang dimaksudkan tadi. Kalau untuk jadwalnya kita akan lakukan secepatnya, kalau misalkan besok ada waktu kosong kita akan turun besok,” ujarnya.

Sementara itu, dalam RDP tersebut pihak Kuasa hukum Penginapan Utami 8, Ahmad Rifai menyetujui hasil rapat tersebut. (dam)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

UHO Bentuk Panitia Pilrek 2026–2030, Prof Ali Bain Ditunjuk sebagai Ketua

12 Mei 2026 - 20:29 WITA

Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Dosen, UHO Gelar Pelatihan Applied Approach

29 April 2026 - 19:04 WITA

Pelatihan Akreditasi Internasional UHO Fokuskan Penyusunan Dokumen Klaster

21 April 2026 - 20:01 WITA

UHO Berlakukan Kuliah Daring Selama Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026

21 April 2026 - 19:58 WITA

UTBK SNBT 2026 di UHO Kendari Diikuti 10.075 Peserta, Kampus Tegaskan Seleksi Transparan

21 April 2026 - 15:34 WITA

Trending di Metro Kendari