KENDARI, WARTASUAR.COM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membekali 177 mitra pembangunan di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mendukung penyiapan dan penilaian calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2027.
Pembekalan yang berlangsung di Hotel Kubah 9 Kendari pada 26–30 Oktober 2026 tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan survei, mengumpulkan data, serta menilai kesiapan calon lokasi pembangunan kampung nelayan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional penyiapan calon lokasi KNMP 2027. Secara nasional, KKP melibatkan sekitar 3.500 peserta yang tersebar di 37 provinsi.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa penentuan calon lokasi harus didasarkan pada data yang akurat dan kebutuhan riil masyarakat pesisir.
“Kata kunci yang harus kita pegang teguh saat survei atau penilaian calon lokasi KNMP adalah dengarkan masyarakat dan pahami kegiatan ekonominya,” ujar Latif saat membuka pembekalan secara daring dari Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Ia meminta tim penilai menggali kebutuhan nelayan kecil, awak kapal perikanan, perempuan yang bekerja di sektor perikanan, pengolah hasil perikanan, hingga pedagang. Informasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan fasilitas dan layanan yang tepat bagi masyarakat.
Menurut Latif, pembangunan kampung nelayan tidak cukup hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur. Fasilitas yang dibangun harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat, didukung pengelolaan yang baik, serta mampu mendorong aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.
Sejumlah aspek yang harus diperhatikan meliputi penanganan hasil tangkapan, pengolahan produk perikanan, dukungan logistik, akses pemasaran, ketersediaan listrik dan air, serta akses transportasi. Kesiapan pengelola dan pembiayaan operasional maupun pemeliharaan juga menjadi pertimbangan penting.
“Manfaat baru terwujud apabila fasilitas digunakan, dipelihara, dan dikelola dengan baik,” tegasnya.
Targetkan 1.000 Calon Lokasi
Ketua Satuan Tugas Penyiapan dan Perencanaan Calon Lokasi KNMP Tahun 2027, Mohamad Abdi, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, pengolahan, logistik, sampai pemasaran hasil perikanan.
Ia mengatakan, pengembangan setiap kampung nelayan akan disesuaikan dengan potensi perikanan dan karakteristik usaha masyarakat di masing-masing wilayah.
Calon lokasi KNMP berasal dari hasil analisis nasional yang ditelaah dan dimutakhirkan pemerintah daerah, serta usulan pemerintah daerah berdasarkan kondisi wilayahnya.
Selanjutnya, setiap calon lokasi akan melalui pemeriksaan, survei, dan penilaian yang mencakup kebutuhan masyarakat, potensi perikanan, kesiapan lahan, akses pasar, serta ketersediaan infrastruktur pendukung.
Lokasi prioritas akan mendapatkan fasilitasi untuk memenuhi persyaratan kesiapan lahan, kelembagaan pengelola, rencana usaha, serta dukungan masyarakat dan pemerintah daerah sebelum memasuki tahap perencanaan teknis.
Melalui proses tersebut, Satgas menargetkan sebanyak 1.000 calon lokasi KNMP pada 2027 siap direkomendasikan untuk pembangunan.
KKP menegaskan, pengusulan calon lokasi maupun kehadiran tim survei tidak serta-merta menjadi penetapan resmi sebagai lokasi pembangunan.
Mitra Dibekali Metode Survei
Dalam pembekalan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai metode pengumpulan dan verifikasi data, wawancara masyarakat, observasi lapangan, penggunaan perangkat survei digital, serta teknik fasilitasi kesiapan calon lokasi.
Peserta berasal dari berbagai unsur, antara lain perguruan tinggi negeri dan swasta, lembaga swadaya masyarakat lokal, politeknik kelautan dan perikanan, serta unit pelaksana teknis pelabuhan perikanan di lingkungan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap.
Para mitra diharapkan mampu melaksanakan tugas secara profesional, menyusun rencana kerja dan jadwal yang terukur, serta memastikan penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan kondisi faktual di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, penugasan dirancang dengan prinsip satu orang untuk satu lokasi, disertai dukungan fasilitas yang memadai guna menunjang pengumpulan data, penilaian, dan fasilitasi kesiapan lokasi.
Setelah pembekalan, tim dijadwalkan melaksanakan survei, penilaian, dan fasilitasi kesiapan hingga pertengahan Desember 2026. Hasil kegiatan tersebut akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi dan perencanaan pembangunan KNMP Tahun 2027.
Latif mengingatkan bahwa akurasi data dan ketepatan rekomendasi menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program.
“Ketepatan rekomendasi yang Bapak dan Ibu hasilkan dapat menentukan apakah pembangunan benar-benar berguna atau justru menghadapi persoalan sejak awal,” pungkasnya.
Pembekalan KNMP 2027 ini juga mencantumkan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M.M., IPU, sebagai salah satu narasumber, bersama Lotharia Latif dan Mohamad Abdi.
Melalui program tersebut, KKP berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat berjalan tepat sasaran, memperkuat perekonomian masyarakat pesisir, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi nelayan dan keluarganya. (End)




















