Menu ✖

Mode Gelap
IPIP Intensifkan Penanganan Karhutla di Sekitar Kawasan Industri Polresta Kendari Ungkap Dugaan Penipuan Investasi BRILink, Kerugian Capai Rp3,8 Miliar Nurrahman: Pembangunan Kolaka Utara Harus Beri Kesempatan Setara bagi Perempuan dan Laki-Laki Wabup Jumarding Minta NU Kolut Jadi Perekat Persatuan di Tengah Perbedaan Dua Pekan, Satnarkoba Polres Kolut Ungkap 5 Kasus Sabu, 44,91 Gram Disita KKP Bekali 177 Mitra Pembangunan di Sultra, Bidik 1.000 Lokasi Kampung Nelayan pada 2027

NASIONAL

Oknum ASN Sekolah Dasar di Takalar Diduga Lakukan Asusila Terhadap Siswa SMKN

badge-check


 tangkapan layar: oknum ASN di Takalar diduga lakukan asusila terhadap siswa SMK Perbesar

tangkapan layar: oknum ASN di Takalar diduga lakukan asusila terhadap siswa SMK

Wartasuar.com – Dugaan tindakan tidak pantas yang melibatkan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Takalar tengah menjadi perhatian publik. Oknum berinisial AM disebut bertugas di salah satu sekolah dasar di Desa Tonasa, Kecamatan Sanrobone.

Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan, AM diduga terlibat dalam perbuatan asusila dengan seorang pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) berinisial G.

Dugaan ini mencuat setelah beredarnya video yang disebut-sebut memperlihatkan interaksi tidak pantas antara keduanya di sejumlah lokasi.

Video tersebut mulai tersebar luas pada Rabu (22/4/2026) dan memicu keresahan di masyarakat.

Namun, hingga kini keaslian serta konteks video tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Sejumlah informasi tambahan yang beredar, termasuk keberadaan pelajar G di wilayah tertentu, juga belum terverifikasi secara resmi.

Oleh karena itu, semua pihak diimbau untuk tidak berspekulasi maupun menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Menanggapi situasi ini, masyarakat meminta aparat penegak hukum bersama instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan, segera melakukan klarifikasi dan pendalaman.

Penanganan yang profesional, transparan, dan berimbang dinilai penting mengingat dugaan kasus ini melibatkan anak di bawah umur.

Prinsip perlindungan anak menjadi prioritas utama. Jika dugaan tersebut terbukti, penegakan hukum diharapkan dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebaliknya, jika tidak terbukti, pemulihan nama baik pihak yang bersangkutan juga perlu menjadi perhatian.

Sementara itu, AM membantah tudingan yang dialamatkan kepadanya. Ia menyatakan bahwa video yang beredar merupakan hasil rekayasa.

“Video itu tidak benar. Itu hasil editan, dan pihak yang membuatnya siap mempertanggung jawabkan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

AM juga mengaku mengenal G dalam konteks hubungan keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait perkembangan penanganan kasus tersebut. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polresta Kendari Ungkap Dugaan Penipuan Investasi BRILink, Kerugian Capai Rp3,8 Miliar

31 Oktober 2026 - 21:30 WITA

KKP Bekali 177 Mitra Pembangunan di Sultra, Bidik 1.000 Lokasi Kampung Nelayan pada 2027

29 Oktober 2026 - 17:23 WITA

Didatangi Puluhan Pendukung Ridwan Bae, Kadis Pariwisata Sultra Minta Maaf

28 Oktober 2026 - 22:56 WITA

Kreatif! Warga Binaan Rutan Kendari Sulap Barang Bekas Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomis

27 Oktober 2026 - 21:24 WITA

Cegah Tawuran Pelajar, Kapolda Sultra Beri Edukasi di SMAN 4 Kendari

26 Oktober 2026 - 22:22 WITA

Trending di Collection