Menu ✖

Mode Gelap
Kabut Asap Karhutla Belum Reda, Dinkes Kolut Terus Pantau Kualitas Udara: Siagakan 16 Puskesmas Layani Masyarakat yang Terpapar Asap Kejati Sultra Tetapkan Mantan Sekda Asrun Lio Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Rp4,23 Miliar Asap Karhutla Mengancam Aktivitas Sekolah, Dikbud Kolaka Utara Siapkan Opsi PJJ hingga Liburkan Siswa Sekda Kolut Sebut Ancaman Banjir Intai Kolaka Utara 10-20 Tahun Mendatang: Kerusakan Alam Tak Boleh Dibiarkan, Lakukan Langkah Antisipasi dari Sekarang! Peduli Kesehatan Masyarakat Terdampak Asap, PBFI Kolaka Bagikan Masker  Safari Subuh di Baruga, Kapolresta Kendari Ajak Warga Perkuat Kamtibmas

Sultra Raya

Ahmad Safei dan BPOM Kendari Gelar Sosialisasi KIE Obat dan Makanan

badge-check


 Ahmad Safei dan BPOM Kendari Gelar Sosialisasi KIE Obat dan Makanan Perbesar

WARTASUAR.COM, Kolaka – Maraknya peredaran produk makanan, obat-obatan, dan kosmetik yang tidak memenuhi standar keamanan menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Ahmad Safei, berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kendari menggelar Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan di Kabupaten Kolaka, Minggu (11/5).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Camat Kolaka ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah kecamatan, kelurahan, serta puluhan pelaku UMKM di bidang kuliner, obat tradisional, dan kosmetik.

Anggota DPR RI Ahmad Safei menekankan pentingnya sosialisasi ini mengingat semakin banyaknya produk makanan, obat, dan skincare yang beredar tanpa izin edar.

“Kasus peredaran obat dan makanan ilegal sudah terjadi di berbagai daerah. Karena itu, saya merasa wajib mendorong edukasi seperti ini agar masyarakat Sultra paham produk mana yang aman dikonsumsi dan mana yang berbahaya,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, tahun ini rencananya akan melaksanakan 10 kali sosialisasi di berbagai kabupaten/kota se-Sultra. Hal ini dilakukan karen pentingnya pencegahan sejak dini.

“Saya kurang setuju dengan operasi pasar karena yang kena hanya penjual. Seharusnya, pencegahan dimulai dari hulu, yaitu produksi.

Sosialisasi seperti inilah solusi jangka panjangnya,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Untuk diketahui, Kepala BPOM Kendari, Riyanto, turut hadir dalam acara tersebut. BPOM menghadirkan narasumber ahli yang memaparkan kriteria obat dan makanan yang aman dikonsumsi, cara mengenali izin edar BPOM, serta bahaya bahan berbahaya seperti pewarna tekstil dan pengawet berlebihan. (Hrn)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejati Sultra Tetapkan Mantan Sekda Asrun Lio Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Rp4,23 Miliar

15 Oktober 2026 - 20:40 WITA

Safari Subuh di Baruga, Kapolresta Kendari Ajak Warga Perkuat Kamtibmas

15 Oktober 2026 - 08:37 WITA

Unggul dengan 42 Suara, Takdir Saili Terpilih sebagai Rektor UHO 2026–2030

13 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Polresta Kendari Ungkap Tujuh Perkara Pidana, Buser 77 dan Polsek Mandonga Bergerak

8 Oktober 2026 - 18:29 WITA

UHO Bagikan Buku Tabungan KIP Kuliah bagi Mahasiswa SNBP dan SNBT 2026

5 Oktober 2026 - 08:34 WITA

Trending di Collection