Menu ✖

Mode Gelap
Kabut Asap Karhutla Belum Reda, Dinkes Kolut Terus Pantau Kualitas Udara: Siagakan 16 Puskesmas Layani Masyarakat yang Terpapar Asap Kejati Sultra Tetapkan Mantan Sekda Asrun Lio Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Rp4,23 Miliar Asap Karhutla Mengancam Aktivitas Sekolah, Dikbud Kolaka Utara Siapkan Opsi PJJ hingga Liburkan Siswa Sekda Kolut Sebut Ancaman Banjir Intai Kolaka Utara 10-20 Tahun Mendatang: Kerusakan Alam Tak Boleh Dibiarkan, Lakukan Langkah Antisipasi dari Sekarang! Peduli Kesehatan Masyarakat Terdampak Asap, PBFI Kolaka Bagikan Masker  Safari Subuh di Baruga, Kapolresta Kendari Ajak Warga Perkuat Kamtibmas

Sultra Raya

Pjs Bupati Muna Beri Ruang Polisi Lidik Hilangnya Data Nakes

badge-check


 Pjs Bupati Muna Yuni Nurmalawati (berkerudung), menyalami para siswa usai mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Muna. (Ahmad) Perbesar

Pjs Bupati Muna Yuni Nurmalawati (berkerudung), menyalami para siswa usai mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Muna. (Ahmad)

WARTASUAR.COM, Muna – Saat ini Polres Muna tengah melakukan penyelidikan (Lidik) dugaan data hilang 426 honorer tenaga kesehatan (Nakes) di lingkup Pemda Muna. Terkait hal tersebut, Penjabat sementara (Pjs) Bupati Muna, Yuni Nurmalawati mendukung langkah aparat penegak hukum tersebut.

Katanya, Pemda Muna selalu siap memberikan keterangan selama proses hukum berlangsung.

“Silahkan diproses. Bila dibutuhkan keterangan, kami siap,” ucapnya usai melangsungkan upacara memperingati hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2024)

Asisten II Pemprov Sultra ini mengaku, sejauh ini Pemda Muna terus memperjuangan nasib 426 honorer Nakes agar mereka bisa ikut dalam seleksi penerimaan calon PPPK.

“Saya bersama Sekda dan pihak BKPSDM sudah bertemu dengan Direktur BKN. Hasilnya mereka (Nakes) diberi kesempatan untuk masuk di tahap ke dua (seleksi penerimaan calon PPPK),” ungkap Yuni.

Sebelumnya, Kapolres Muna, AKPB Indra Sandy Purnama Sakti mengaku telah menerima laporan terkait dugaan hilangnya 426 data honorer Nakes Muna. Pihaknya pun langsung merespon laporan masyarakat tersebut dengan membentuk tim untuk dimulainya penyelidikan.

“Kami masih mendalami laporan yang diterima dari tenaga honorer kesehatan. Setelah melakukan pendalaman di BKN pusat, kami akan menentukan langkah selanjutnya, termasuk memanggil pihak-pihak yang terkait,” pungkasnya. (mad)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kejati Sultra Tetapkan Mantan Sekda Asrun Lio Tersangka Korupsi Anggaran Mamin Rp4,23 Miliar

15 Oktober 2026 - 20:40 WITA

Safari Subuh di Baruga, Kapolresta Kendari Ajak Warga Perkuat Kamtibmas

15 Oktober 2026 - 08:37 WITA

Unggul dengan 42 Suara, Takdir Saili Terpilih sebagai Rektor UHO 2026–2030

13 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Polresta Kendari Ungkap Tujuh Perkara Pidana, Buser 77 dan Polsek Mandonga Bergerak

8 Oktober 2026 - 18:29 WITA

UHO Bagikan Buku Tabungan KIP Kuliah bagi Mahasiswa SNBP dan SNBT 2026

5 Oktober 2026 - 08:34 WITA

Trending di Collection