Menu ✖

Mode Gelap
Produksi Gabah dari 4 Ton Jadi 10 Ton per Hektare, Pundoho Didorong Jadi Percontohan PMAAS Kisah Pilu Pasutri Lansia Hidup di Gubuk Beratap Terpal di Lahan Orang, Wabup Kolut Turun Langsung Beri Bantuan Dari Mangkutana ke Kolut, Beras Dikemas Ulang Pedagang Malah Susut Saat Ditimbang Beras Berlabel 10 Kg Ditimbang Cuma 8 Kg, Dinas Perdagangan Kolut Turun Tangan Ribuan Diduga Keracunan MBG: Dimana Efektivitas Pengawasan Keamanan Pangan? Penguatan Pendidikan dengan Kurikulum Berbasis Cinta: Membangun Generasi Berkarakter, Berilmu, dan Berakhlak Mulia

Headline

Dukung Lahirnya Generasi Sehat,PT Vale Hadirkan Pemeriksaan Gratis untuk Ibu Hamil, 

badge-check


 Dukung Lahirnya Generasi Sehat,PT Vale Hadirkan Pemeriksaan Gratis untuk Ibu Hamil,  Perbesar

WARTASUAR.COM, KOLAKA – PT Vale Indonesia IGP Pomalaa terus memperluas kontribusinya di bidang kesehatan masyarakat. Kali ini, perusahaan berkolaborasi dengan Puskesmas Baula memberikan layanan pemeriksaan kehamilan gratis sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu dan bayi sekaligus menekan angka stunting di Kabupaten Kolaka.

 

PT Vale Indonesia IGP Pomalaa bersama Puskesmas Baula menggelar layanan kesehatan ibu dan anak (KIA) gratis bagi masyarakat Kecamatan Baula, Jumat (5/6).

 

Melalui program sosial lingkungan “Kolaka Bersih, Sehat, dan Berdaya”, layanan tersebut difokuskan pada pemeriksaan ibu hamil untuk mendeteksi secara dini berbagai risiko kehamilan yang berpotensi memengaruhi kesehatan ibu maupun janin.

 

Dalam kegiatan itu, masyarakat mendapat kesempatan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan komplikasi kehamilan serta gangguan pertumbuhan janin yang dapat berdampak pada kondisi bayi saat lahir.

 

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. H. Marwan Abbas, mengatakan pemantauan kesehatan ibu hamil secara berkala menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai risiko yang dapat muncul selama kehamilan.

 

Menurutnya, salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah terhambatnya pertumbuhan janin dalam kandungan. Jika tidak terdeteksi sejak dini, kondisi tersebut dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah.

 

“Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan tumbuh kembang, termasuk stunting,” ujarnya.

 

Karena itu, pemeriksaan rutin selama masa kehamilan dinilai menjadi salah satu strategi paling efektif untuk memastikan kondisi ibu dan janin tetap sehat hingga proses persalinan.

 

dr. Marwan juga mengapresiasi komitmen PT Vale dalam mendukung layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah lingkar tambang. Menurutnya, program seperti ini dapat membantu memperluas akses layanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualitas.

 

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak ibu hamil yang memperoleh pendampingan dan pemeriksaan kesehatan yang memadai.

 

“Harapan besar kita tentu pelayanan ini bisa terus berlanjut dan diperluas cakupannya. Muara utamanya adalah penurunan angka kematian ibu dan bayi secara signifikan di wilayah ini,” katanya.

 

Melalui pendekatan pencegahan sejak masa kehamilan, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesehatan ibu dan bayi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menekan angka stunting di Kabupaten Kolaka. Dengan deteksi dini dan pendampingan yang tepat, peluang lahirnya generasi yang lebih sehat dan berkualitas semakin terbuka. (Hrn)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Produksi Gabah dari 4 Ton Jadi 10 Ton per Hektare, Pundoho Didorong Jadi Percontohan PMAAS

3 Oktober 2026 - 15:10 WITA

Kisah Pilu Pasutri Lansia Hidup di Gubuk Beratap Terpal di Lahan Orang, Wabup Kolut Turun Langsung Beri Bantuan

2 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kedapatan Busur dan Katapel, Pelajar Diamankan Polresta Kendari

29 September 2026 - 17:56 WITA

PT Vale Boyong UMKM Binaan ke Pameran Kriyanusa 2026

29 September 2026 - 17:16 WITA

Perlukah Dewan Kode Etik Pejabat Publik?

28 September 2026 - 13:54 WITA

Trending di Headline